Thursday, March 2, 2017

Yuk! Belajar dari Kesuksesan E-Commerce TaoBao

TaoBao adalah salah satu E-Commerce sukses dari negeri China. Taobao sendiri termasuk dari salah satu anak perusahaan dari Alibaba Group. Sebagai e-Commerce sukses di China perkembanggannya dilihat sangat pesat dan menguasai pangsa pasar China dan saat ini bisnisnya sudah merambah ke dunia Internasional. Taobao sendiri seperti di lansir pada wesbite Alexa telah meraih peringkat 47 dari website yang paling dikunjungi secara global. Sedangkan untuk di negeri China sendiri TaoBao meraih peringkat ke 5 Alexa. Melihat begitu suksesnya bisnis TaoBao pada bidang e-Commerce apa sih yang membuatnya begitu sukses?

Sistem Bisnis yang Unik !

Sebagai bisnis e-Commerce yang bergerak di sektor C to C atau Customer to Customer, Taobao menawarkan sistem pembelanjaan yang unik. Tawar menawar diterapkan oleh TaoBao untuk sistem bisnis e-commercenya. Fitur tersebut memberikan pengalaman belanja dengan tawar menawar langsung kepada penjual dan deal langsung dengan penjualnya secara online, Hal itu dilakukan menggunakan apikasi chating WangWang. Menurut Xiaojuan da  Davidson hal ini menjadi populer di China dan menarik perhatian masyarakatnya karena berhasil menggabungkan sistem tawar menawar di pasar konvensional serta diimplemantasikan dalam bisnis e-commerce.

Sistem Terintegrasi

Sebagai anggota anak perusahaan dari Alibaba Group, TaoBao memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh e-commerce lainnya yaitu sistem yang terintegrasi. TaoBao berhasil menawarkan berbagai kemudahan kepada usernya dan para penjualnya sehingga ia sangat diminati. Berbagai kelompok usaha yang membantu TaoBao adalah AliPay, Aliexpress, Alibaba Cloud Computing dan berbagai kelompok usaha lainnya. 

Sebagai contohnya sistem pembayarannya menggunakan Alipay yang mampu menyediakan layanan pembayaran virtual yang terintegrasikan dengan Paypal. Hal tersebut memudahkan para konsumennya yang beraada dilintas negara untuk membeli barang di TaoBao. Alipay sendiri adalah alat pembayaran yang sangat digemari di China, karena memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki sistem pembayaran lain. Kelebihannya diantara lain Alipay bekerja sama dengan berbagai banyak layanan seperti Online Commerce, Financial Services, Online Wholesale, Online Retail, Public Transportation, Public Services, dan Entertainment. Berbagai kerja sama tersebut masyarakat yang memiliki Alipay dapat menggunakannya dimanapun dan kapanpun dan itu semua adalah kebutuhan sehari-hari di China. 

TaoBao menggunakan sistem pembayaran AliPay maka hal tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakat saat ini sensitif terhadap pembayaran yang kurang terpercaya atau sistemya lebih rumit. 

Mengerti Kebutuhan Pasar

TaoBao dianggap mengerti terhadap kebutuhan pasarnya hal ini dapat diihat e-Bay sebagai pemain baru di China gagal bertahan di pasar e-commerce China. Sebagai pemain lama di China, Taobao memiliki berbagai strategi untuk mempertahankan kedudukannya di pasar e-commerce China. Selain itu TaoBao telah meriset selama bertahun-tahun kebiasaan masyarakat China dan berhasil diimplementasikan dalam e-commercenya.

Sebagai contoh adalah tampilan web TaoBao China yang sangat penuh dengan Link dan tulisan-tulisan, Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan minat dari konsumen China yang lebih menyukai tampilan yang rumit dan banyak tulisan. Masyarakat China tidak menyukai tampilan yang simple elegance seperti e-Bay yang menggunakan tampilan versi internasionalnya untuk pasar China. Selain itu fitur-fitur yang diterapkan TaoBao sangat dekat dengan masyarakat China sehingga lebih memudahkan konsumen China membeli di TaoBao daripada e-commerce lain.

Nahh.. Sekarang sudah tahukan beberapa rahasia keberhasilan TaoBao yang melegenda. Bagaimana dengan kamu Technopreneur? Masih ragu untuk terjun ke dunia e-Commerce?

Inilah Kunci Utama Kesuksesan pada Bisnis E-Commerce Indonesia

Dalam dunia bisnis e-commerce sering kali melibatkan berbagai faktor seperti kepuasan dari konsumen, pelayanan, kualitas produk dan macam-macam hal lainnya. Namun, sebagai kunci utama kesuksesan dalam dunia e-Commerce Indonesia adalah Trust atau meraih kepercayaan dari para konsumen kita.



Hal yang masih menjadi masalah pada bisnis e-commerce Indonesia adalah rendahnya tingkat kepercayaan mereka dalam bertransaksi melalui media online. Berdasarkan data yang diperoleh dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) memberikan pernyataan bahwa konsumen Indonesia memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah dalam melakukan transaksi belanja online. Tentu saja hal ini menjadi permasalahan serius para e-Commerce Indonesia menghadapai perilaku konsumennya. Namun jika suatu e-commerce telah mendapat kepercayaan yang tinggi, maka peluang untuk mendapatkan pelanggan setia akan lebih besar.

Membangun Trust di tengah Masyarakat Indonesia

Sebelum memahami bagaimana membangun kepercayaan e-commerce kita di tengah masyarakat, maka pahamilah terlebih dahulu Circle of Trust. Dalam suatu e-commerce sangat dibutuhkan tingkat Kredibilitas yang tinggi dan konsumen harus diperlakukan senyaman mungkin. Menurut Edward K. Suwignyo  timnya pada perusahaan Multiply telah menerapkan dua circle of trust di mana dengan membangun kredibilitas dan men-deliver suatu jaminan. Hal tersebut diterapkannya karena konsumen membutuhkan rasa aman dalam bertransaksi, sehingga tingkat kepercayaan mereka dengan transaksi yang dilakukan online akan meningkat. 

Berdasarkan Multiply hal yang paling mendasari konsumen untuk berbelanja online adalah dengan sesuatu yang praktis, cepat, dan aman. Jika suatu e-commerce sudah melengkapi semua hal tersebut maka tingkat kepercayaan mereka dengan transaksi online akan meningkat. Pada kondisi di Indonesia sendiri saat ini sedang mengarah ke sana. Maka dapat dilihat berbagai e-commerce tanah air berlomba-lomba mempermudah sistem pembayarannya dan memberikan jaminan ketika barang yang datang tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Memberikan Jaminan Konsumen dengan Program Return dan Refund

Dalam membangun bisnisnya Living Social dengan CEO nya bernama Rolf Monteiro menyatakan juga bahwa dalam bisnis online nya faktor penting yang sangat mempengaruhi adalah faktor "TRUST" dari pelanggannya. Untuk itu, LivingSocial telah menerapkan sistem Return and Refund untuk membangun dan menjaga kepercayaan dari para konsumennya. Harapannya dengan adanya sistem ini konsumen yang berbelanja pada LivingSocial dapat merasakan keamanan, kenyamanan, dan menyenangkan. 

Dalam menjalankan bisnis ini LivingSocial harus berani mengambil segala resiko ganti rugi jika konsumennya melaporkan bahwa pelayanan mengalami masalah. Keseriusan LivingSocial dalam merefund biaya yang di keluarkan konsumennya yang telah menggunakan produknya diapresiasi oleh para konsumennya. 

Sunday, February 5, 2017

4 Tren E-commerce Indonesia Tahun 2017, Apa Itu?

Image result for e-commerce





Sudah lama Indonesia diprediksi akan menjadi E-Commerce terbesar di Indonesia. Dengan nilai pertumbuhan 50% setiap tahunnya, jumlah pengguna mobile device yang besar, dan berbagai kebijakan pemerintah yang memperlancar industri E-Commerce ini akan menjadi sorotan tersendiri pada tahun 2017. Berkembangnya E-Commerce juga mendorong berkembangnya berbagai sektor seperti teknologi, logistik, dan berbagai aspek lainnya. Jika kamu adalah salah satu pemilik Toko Online atau E-Commerce maka inilah 5 Tren yang diprediksi akan terjadi di tahun 2017.

1. Pengiriman Kilat

Ingat JNE, TIKI, Kantor Pos dan macam-macam logistik pengiriman barang di jaman E-Commerce belum se-booming saat ini? Yaap, Pengiriman barang bisa dikatakan sepi peminat. Namun, bisa dilihat saat ini pengiriman seperti JNE pada saat lebaran bisa membludak bahkan sampai tertunda-tunda.

Jika pada tahun-tahun sebelum ini banyak orang malas berbelanja online karena waktu tunggunya yang lama. Namun, di tahun 2016 lalu banyak E-Commerce melakukan kerja sama dengan berbagai layanan logistik lokal untuk mempercepat proses pengiriman. Hal ini sempat dilakukan oleh Tokopedia dan Bukalapak bekerjasama dengan Go-Jek yaitu suatu layanan pengiriman barang via ojek yang dapat dikirimkan pada hari yang sama.

E-Commerce pada tahun 2017 ini akan banyak inovasi yang dilakukan oleh berbagai logistik-logistik baru. Sebagai contoh J&T Express yang menyediakan penjemputan barang yang memudahkan para penjual barang-barang di Online Shop untuk mengirimkan barang-barangnya tanpa harus pergi ketempat pengiriman. Pada tahun ini juga akan munculnya pengiriman logistik berbasis aplikasi seperti Deliveree dan Etobee.

2. Popularitas Robot Chat 

Pernah mengenal Google Allo, Facebook Messenger, dan Twitter Bots sebagai robot chats yang bisa membalas chat kita dengan kecerdasan buatan, keren bukan? Hal ini akan mempermudah para Online Shop yang memiliki ratusan bahkan ribuan pesanan tiap harinya dalam membalas chat pertanyaan para konsumen. Dengan hadirnya Robot Chat seperti Google Allo maka pelayanan dan pertanyaan tentang barang yang di dagangkan, sistem pembayaran, sampai pengiriman akan bisa dilayani selama 24 jam.


3. Tren Smartphone yang Meningkat

Pengguna Smartphone di Indonesia diprediksi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia akan memperoleh peringkat keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika dengan pengguna smartphone aktif di tahun 2018 mendatang.

Pada tahun 2017 ini akan diprediksi bahwa transaksi melalui smartphone akan mengalahkan jumlah transaksi dari PC. Hal ini mengingat bahwa pengguna mobile device di Indonesia sangatlah tinggi dan berpotensi menggantikan transaksi yang dilakukan oleh dekstop.

Dari saat ini peningkatan pengguna mobile dapat dirasakan dengan melihat berbagai promo yang diadakan oleh para E-Commerce besar untuk melakukan pemesanan menggunakan aplikasi mobile. Tidak hanya itu saja, pemaksimalan melalui UI/UX juga di rasakan dan peningkatannya cukup signifkan untuk sampai saat ini.

4. Banyaknya Opsi Pembayaran

Pada beberapa tahun terakhir dapat dilihat kelemahan dari E-Commerce Indonesia menggunakan kartu kredit dan debit untuk pembayarannya. Namun jika diperhatikan, perkembangannya pada tahun 2016 lalu cukup berdampak besar yaitu pembayaran sudah dapat dilakukan dengan transfer melalui ATM, pembayaran melalui Indomaret, dan Cash On Delivery (COD).

Pada tahun 2017 ini, sistem pembayaran pada E-Commerce akan bertumbuh semakin cepat lagi. Dengan hadirnya e-wallet dan berbagai metode pembayaran yang praktis terus bermunculan hal ini akan menjadi solusi bagi orang-orang yang tidak memiliki kartu debit atau kredit sekalipun.

Tren E-Commerce Indonesia pada tahun 2017 dapat dilihat sangatlah cepat perubahannya, sekarang sudah siapkah kamu mengadopsi tren-tren tersebut?

Inilah 5 Alasan yang membuat Indonesia menjadi E-Commerce terbesar di Asia

Related image



Indonesia yang kita kenal sebagai negara berkembang saat ini mulai menunjukkan geliat kekuatan sesungguhnya, apa itu? Pada tahun 2016 ini Indonesia mulai mendapat sorotan se-Asia karena pertumbuhan E-Commerce yang diluar dugaan. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Ismail Cawidu (Juru bicara Kementerian Komunikasi) mengatakan bahwa pertumbuhan di sektor E-Commerce Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai US$130 Juta.WOW! Hal ini yang akan membuat Indonesia menjadi E-Commerce terbesar ke 3 setelah China dan India, peluang yang sangat menjanjikan bukan?


Lalu apa saja alasan yang membuat Indonesia menjadi E-Commerce terbesar di Asia? Berikut simak alasan-alasannya!

1. Pertumbuhan E-Commerce Indonesia yang Sangat Besar

Berdasarkan hasil studi yang di lakukan oleh Google/Temasek dengan mencakup 4 sektor ekonomi yaitu E-Commerce, Online Travel, Ride-Hailing (bisnis Uber), dan Digital Ads, E-Commerce pada tahun 2025 akan meningkat drastis.
Google-temasek-growth-sectors-new
Dapat dilihat pada data di atas, E-Commerce akan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan padat tahun 2025 dibanding dengan sektor-sektor lainnya. Google mengatakan bahwa pada tahun 2025, E-Commerce Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan 39% setiap tahunnya.

Hal tersebut membuat Indonesia akan mendominasi sekitar 52% dari seluruh aktivitas E-Commerce di Asia Tenggara, bisa dibayangkan betapa pertumbuhannya yang sangat cepat bukan?

2. Tingginya Pengguna Smartphone dan Mobile Internet

Coba tebak,diantara Mobile, Dekstop, dan Tablet kira-kira pengakses terbesar blog ini dari perangkat apa hayo ? Yak! Jawabannya adalah perangkat mobile. 

Berdasarkan data yang berasal dari StatCounter disebutkan bahwa lalu-lintas internet di Indonesia sebesar 70,37% berasal dari perangkat mobile. Tidak dapat dipungkiri bahwa segala hal saat ini dapat di lakukan oleh Smartphone terkini, mulai dari akses media sosial, chating, browsing, dan perkembangan apps yang telah berkembang sangat pesat. Maka bisnis E-Commerce menjadi menjanjikan,karena kemudahannya diakses oleh siapapun. 


3. Pengguna Aktif Media Sosial di Indonesia yang Tinggi



Image result for media sosial

Siapa yang di sini tidak menggunakan media sosial? Hampir seluruh masyarakat Indonesia termasuk orang tua kita bahkan menggunakan media sosial.
Dengan tingginya pengguna mobile maka akses media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan berbagai media sosial lainnya akan semakin mudah. Saat ini Facebook masih menduduki posisi tertinggi dengan 93,9% pengguna aktif di Indonesia.

4. Kondisi Geografi Indonesia yang Mendukung



Image result for kepulauan indonesia

Melihat kondisi Geografi Indonesia yang berbentuk kepulauan, apakah itu sebuah potensi? Yaa tentu benar! Tidak semua kota atau daerah di Indonesia maju, dan dapat dilihat hampir semua perputaran barang berpusat di area Sumatra, Jawa, dan Bali. Dengan hadirnya E-Commerce di Indonesia tentu menjadi angin segar bagi daerah-daerah yang distribusinya belum maksimal.

Bisa dibayangkan teman-teman kita yang berada di Papua contohnya, jika harus menunggu barang yang populer di Jawa saat ini dijual di toko-toko Papua membutuhkan waktu berapa lama? Hal ini membuat distribusi barang di Indonesia menjadi tidak adil maka E-commerce bisa menjadi solusi hal tersebut.

5. Pemerintah Mendukung Pertumbuhan E-Commerce

Pernahkan mendengar Paket Kebijakan Ekonomi ? Yak akhir-akhir ini presiden kita Jokowi merilis berbagai paket kebijakan ekonomi yang isinya berguna untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

Dapat dilihat pada potongan judul berita di atas bahwa Jokowi telah merilih Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIV untuk e-Commerce yang isinya berguna untuk memudahkan bisnis e-Commerce kedepannya. Tidak tanggung-tanggung isi dari kebijakan tersebut mengatur tentang pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, Infrastruktur komunikasi, keamanan siber (Cyber Security), dan yang terakhir adalah pembentukan manajemen pelaksana. Dengan adanya dasar hukum dan kebijakan dari pemerintah, tentu bisnis e-Commerce mempunyai masa depan yang cerah bukan?

Pada salah satu sesi pembukaan Forum Rektor Indonesia 2017, di Jakarta Convention Center Jakarta. Jokowi mengajukan beberapa usul jurusan supaya Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lain.
"Di Universitas juga misalnya harus mulai mengubah hal-hal yang berkaitan dengan jurusan. Kenapa tidak ada jurusan logistik yang sangat dibutuhkan sekarang ini, jurusan retail, jurusan khusus mengenai toko online," tutur Jokowi. 

Dengan dukungan Jokowi dan pemerintahannya maka pertumbuhan e-Commerce di Indonesia akan diperlancar kedepannya. Jika bisnis ini akan menjadi terbesar di Asia pada beberapa tahun lagi, masih ragu untuk memulai berkiprah di bisnis e-Commerce?

Sumber :
https://techcrunch.com/2016/07/29/indonesia-will-be-asias-next-biggest-e-commerce-market/
http://think-banking.org/thinknew/index.php/782-what-is-driving-the-growth-in-e-commerce-and-m-commerce-in-indonesia
https://www.techinasia.com/google-temasek-ecommerce-data-indonesia
http://gs.statcounter.com/social-media-stats/all/indonesia#monthly-201601-201701-bar
http://www.businessinsider.co.id/4-reasons-indonesia-might-biggest-e-commerce-market-asia/#GemA03LKBi0qg8fY.97
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3342449/jokowi-rilis-paket-kebijakan-ekonomi-jilid-xiv-untuk-e-commerce-ini-isinya
https://news.detik.com/berita/d-3411942/ingin-pendidikan-kreatif-jokowi-usul-jurusan-vlog-dan-antiteror

Sunday, January 29, 2017

Jangan Ngaku Technopreneur Kalau Belum tau Jenis-Jenis E-commerce ini!

Saat ini, banyak sekali website e-commerce yang berkembang di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan macam-macam website e-commerce lainnya. Namun, tahukah kamu jika MatahariMall, Tokopedia, dan OLX memiliki jenis e-commerce yang berbeda? Jika selama ini kamu menganggap sama dan saling bersaing maka jawabannya adalah SALAH. 

Image result for ecommerce
Pada umumnya, banyak orang berpikir bahwa e-commerce adalah transaksi komersial online antara penjual dan pembeli. Bagi kamu yang berminat dalam bisnis e-commerce, kamu harus menentukan jenis e-commerce yang ingin kamu jalankan. Berikut ini adalah 7 jenis tipe e-commerce :

1. Business-to-Business (B2B)

Jenis e-commerce ini adalah meliputi semua transaksi yang dilakukan antar perusahaan barang ataupun jasa. Banyak dari produsen dan UKM menggunakan jenis bisnis ini. Sebagai contoh e-commerce  tipe B2B adalah www.krakatausteel.com (PT. Krakatau Steel). Perusahaan ini adalah perusahaan baja di Indonesia, transaksi dalam perusahaan ini bersifat B2B sehingga memungkinkan para perusahaan mitra dari Krakatau Steel dapat memesan baja dari Krakatau Steel menggunakan EDI (Electronic Data Interchange). EDI adalah proses data transfer data yang terstruktur menggunakan format yang standar dan telah disetujui sebelumnya.


2. Business-to-Consumer (B2C)

Jenis bisnis e-commerce yang dioperasikan oleh perusahaan kepada konsumen akhir. Pada B2C banyak diterapkan pada perdangan ritel tradisonal yang tidak memiliki toko fisik sehingga seluruh bisnisnya dijalankan via online. 

E-commerce ini memiliki beberapa resiko yang dapat membuat ritel ini terhenti dan bahkan tutup karena penyebarannya tidak merata dan perkembangannya yang sangat pesat. www.bhinekka.com adalah sebuah website penyedia produk-produk khusus elektronik yang cukup terkenal di Indonesia. Bhinekka.com menggunakan jenis bisnis B2C dan penjual atau produsen berfokus dengan mengalokasikan sumber daya pada situsnya sendiri.


3. Consumer-to-Consumer (C2C)

E-commerce berjenis C2C seperti www.tokopedia.com atau www.bukalapak.com adalah situs wes yang cukup terkenal di dunia e-commerce Indonesia. Mereka menjalankan bisnisnya sebagai platform  perantara atau pihak ke ketiga antara konsumen dengan konsumen lain. Sehingga penjual yang ingin berjualan pada e-commerce  ini harus melalui proses sertifikasi baru dapat berjualan. Barang-barag yang dijual sangatlah beragam dan dibebaskan kepada para penjual dan tokopedia atau bukalapak hanya menyediakan tempat pertemuan antara konsumen akhir dengan para penjual. 

4. Consumer-to-Business (C2B)

C2B ini adalah e-commerce yang cukup unik dan jenis ini adalah pembalikan seluruh transaksi pertukaran barang. Jika secara umum e-commerce produsen/penjual kepada konsumen, pada tipe ini perusahaan C2B menyediakan barang atau jasa kepada perusahaan-perusahaan besar melalui individu-individu yang telah mendaftarkan diri pada perusahaan C2B. 
Sebagai contohnya adalah www.istockphoto.com adalah sebuah website penyedia foto-foto yang bisa digunakan oleh para perusahaan untuk berbagai keperluannya. Para individu-individu tersebut mengupload foto hasil orisinilnya pada istockphoto. Setelah itu istockphoto akan menjualnya kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

5. Business-to-Administration (B2A)

Bisnis ini adalah jenis e-commerce yang melakukan proses transaksi atas jasa mereka dapatkan langsung kepada pihak-pihak administrasi publik. Layanan yang diberikan dapat beragam seperti bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan dan berbagai macam jenis lainnya.
Contoh website yang menjalankan bisnis B2A seperti www.bpjs-online.com, 

6. Consumer-to-Administration (C2A)

Jenis bisnis C2A sama dengan B2A yaitu sama-sama meningkatkan efisiensi dan kemudahan pengguna layanan untuk masyarakat oleh pemerintah. Layanan ini diberikan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi terkini untuk meningkatkan pelayanan di tingkat pemerintahan juga. Berbagai contoh para pengguna e-commerce ini seperti pendidikan, jamsostek, pajak, kesehatan dan berbagai macam pelayanan lainnya.

7. Online-to-Offline (O2O)

Berikutnya yang terakhir adalah O2O, jenis ini adalah e-commerce yang mearik karena pelanggan yang didapat adalah dari saluran dari toko fisik. O2O merupatakn terapan dari kegiatan ritel tradisional yang di modernisasi menggunakan proses digital atau online. Sehingga, bisnis O2O memiliki banyak potensi dan kelebihan yang cukup menggiurkan. Berbagai macam ritel besar di Amerika sudah mengaplikasikan bisnis berjenis O2O seperti Walmart. Di Indonesia bisnis ini pelan-pelan sudah mulai diadopsi pemain lokal seperti www.alfacart.com atau www.klikindomaret.com.

Banyak jenis dari e-commerce  yang sedang booming saat ini, namun kamu sebagai Technopreneur yang ingin menjalankan bisnis ini harus benar-benar mengerti perbedaannya. Hal tersebut karena berbeda jenis e-commerce yang akan di jalankan berbeda pula dengan operasi dan kebutuhan serta target yang dibutuhkan. Maka dari itu, pelajari betul-betul jenis e-commerce ini. Salam sukses~


Sumber : 
https://id.techinasia.com/5-model-bisnis-ecommerce-di-indonesia
http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-e-commerce/
http://www.ehpedia.com/2015/09/apa-itu-ecommerce.html

Mau jadi Technopreneur? Pahami dulu Bisnis E-commerce Saat Ini!

Saat ini, perkembangan teknologi semakin maju dan memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Pada 5 tahun terakhir, hampir semua aplikasi dan situs menjalankan transaksinya secara online contoh transportasi online, e-banking, hingga e-commerce.


Salah satu bisnis yang cukup booming saat ini adalah e-commerce. E-commmerce  adalah Electronic Commerce  atau dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian perdagangan elektronik. E-commerce  sendiri dapat didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer yaitu internet.

Berdasarkan FYI, total transaksi perbankan pada Bukalapak.com, 36% diantaranya adalah transaksi online banking. Pada tahun 2016  Kemenkominfo meperkirakan transaksi e-commerce Indonesia mencapai 25 miliar dolar! Angka yang cukup fantastis pada bisnis E-commerce, hal tersebut membuktikan bisnis ini cukup menjanjikan dan melihat potensi masyarakat Indonesia selama 5 tahun terakhir, Cashless transaction mengalami pertumbuhan sebesar 23%.

Jenis-Jenis E-Commerce
Sekiranya ada tujuah jenis dasar e-commerce  dengan karakteristik yang berbeda-beda :
  • Business-to-Business (B2B)
  • Business-to-Consumer (B2C)
  • Consumer-to-Consumer (C2C)
  • Consumer-to-Business (C2B)
  • Business-to-Administration (B2A)
  • Consumer-to-Administration (C2A)
  • Online-to-Offline (O2O)
Untuk penjelasan lengkapnya, mimin bakal jabarin di post berikutnya nya ya 👦

Potensi Technopreneur dalam Bisnis E-Commerce
Sebagai seorang Technopreneur, kita harus bisa mengelola uang yang ada (Modal) menjadi bisnis yang berkembang. Berbagai pengeluaran yang dibutuhkan harus ditekan dan dimaksimalkan untuk meraup untung yang besar dengan resiko yang kecil.

Bisnis e-commerce ini mempunyai sejuta manfaat dan kelebihan yang lebih banyak daripada toko-toko Brick and Mortar atau toko offline. Apa saja sih kelebihan-kelebihannya?

1. Tidak ada batasan Geografis
Suatu kelemahan dari toko fisik adalah ruang lingkup kawasan kecil yang dapat dilayani. Hal itu tidak berlaku pada e-commerce . Pada bisnis ini, tidak dibatasi sejauh mana wilayah yang dapat di jangkau, karena pengiriman barang dilakukan kemana saja dan kapan saja. Contoh saja e-commerce  skala internasional seperti ebay dan amazon, mereka dapat mengirimkan apa saja keseluruh penjuru dunia. Menggiurkan bukan ?

2. Biaya Rendah
Biaya menjadi sesuatu yang sensitif bukan ? Maka dari itu biaya dapat ditekan serendah mungkin. Banyak jalan untuk menekan biaya pada bisnis e-commerce, selain promosi dapat dilakukan secara online di berbagai website-website, produk dapat di promosikan pada media sosial. Sebagai pengetahuan, Media sosial adalah promosi yang paling termurah karena tidak membutuhkan biaya besar seperti iklan-iklan di televisi.

3. Memangkas Waktu dan Biaya Perjalanan
Jika kita memiliki toko fisik, maka pelanggan kita yang memiliki tempat tinggal yang cukup jauh harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk datang ke toko kita. Namun berbeda dengan e-commerce, pada bisnis ini pelanggan hanya cukup duduk manis di depan laptop atau dengan gadget mereka dan dapat melakukan transaksi tanpa harus capek-capek ke toko fisik yang cukup jauh. Dannnnnn.... Jeng Jeng barang dalam 1 sampai 3 hari sampai di rumah pelanggan.


Source : 
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/kenapa-sih-generasi-milenial-percaya-banget-dengan-transaksi-online
http://www.ehpedia.com/2015/09/apa-itu-ecommerce.html
http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-e-commerce/
http://www.astamediagroup.com/blog/10-keuntungan-e-commerce.html

Powered by Blogger.