Sunday, January 29, 2017

Jangan Ngaku Technopreneur Kalau Belum tau Jenis-Jenis E-commerce ini!

Saat ini, banyak sekali website e-commerce yang berkembang di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan macam-macam website e-commerce lainnya. Namun, tahukah kamu jika MatahariMall, Tokopedia, dan OLX memiliki jenis e-commerce yang berbeda? Jika selama ini kamu menganggap sama dan saling bersaing maka jawabannya adalah SALAH. 

Image result for ecommerce
Pada umumnya, banyak orang berpikir bahwa e-commerce adalah transaksi komersial online antara penjual dan pembeli. Bagi kamu yang berminat dalam bisnis e-commerce, kamu harus menentukan jenis e-commerce yang ingin kamu jalankan. Berikut ini adalah 7 jenis tipe e-commerce :

1. Business-to-Business (B2B)

Jenis e-commerce ini adalah meliputi semua transaksi yang dilakukan antar perusahaan barang ataupun jasa. Banyak dari produsen dan UKM menggunakan jenis bisnis ini. Sebagai contoh e-commerce  tipe B2B adalah www.krakatausteel.com (PT. Krakatau Steel). Perusahaan ini adalah perusahaan baja di Indonesia, transaksi dalam perusahaan ini bersifat B2B sehingga memungkinkan para perusahaan mitra dari Krakatau Steel dapat memesan baja dari Krakatau Steel menggunakan EDI (Electronic Data Interchange). EDI adalah proses data transfer data yang terstruktur menggunakan format yang standar dan telah disetujui sebelumnya.


2. Business-to-Consumer (B2C)

Jenis bisnis e-commerce yang dioperasikan oleh perusahaan kepada konsumen akhir. Pada B2C banyak diterapkan pada perdangan ritel tradisonal yang tidak memiliki toko fisik sehingga seluruh bisnisnya dijalankan via online. 

E-commerce ini memiliki beberapa resiko yang dapat membuat ritel ini terhenti dan bahkan tutup karena penyebarannya tidak merata dan perkembangannya yang sangat pesat. www.bhinekka.com adalah sebuah website penyedia produk-produk khusus elektronik yang cukup terkenal di Indonesia. Bhinekka.com menggunakan jenis bisnis B2C dan penjual atau produsen berfokus dengan mengalokasikan sumber daya pada situsnya sendiri.


3. Consumer-to-Consumer (C2C)

E-commerce berjenis C2C seperti www.tokopedia.com atau www.bukalapak.com adalah situs wes yang cukup terkenal di dunia e-commerce Indonesia. Mereka menjalankan bisnisnya sebagai platform  perantara atau pihak ke ketiga antara konsumen dengan konsumen lain. Sehingga penjual yang ingin berjualan pada e-commerce  ini harus melalui proses sertifikasi baru dapat berjualan. Barang-barag yang dijual sangatlah beragam dan dibebaskan kepada para penjual dan tokopedia atau bukalapak hanya menyediakan tempat pertemuan antara konsumen akhir dengan para penjual. 

4. Consumer-to-Business (C2B)

C2B ini adalah e-commerce yang cukup unik dan jenis ini adalah pembalikan seluruh transaksi pertukaran barang. Jika secara umum e-commerce produsen/penjual kepada konsumen, pada tipe ini perusahaan C2B menyediakan barang atau jasa kepada perusahaan-perusahaan besar melalui individu-individu yang telah mendaftarkan diri pada perusahaan C2B. 
Sebagai contohnya adalah www.istockphoto.com adalah sebuah website penyedia foto-foto yang bisa digunakan oleh para perusahaan untuk berbagai keperluannya. Para individu-individu tersebut mengupload foto hasil orisinilnya pada istockphoto. Setelah itu istockphoto akan menjualnya kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

5. Business-to-Administration (B2A)

Bisnis ini adalah jenis e-commerce yang melakukan proses transaksi atas jasa mereka dapatkan langsung kepada pihak-pihak administrasi publik. Layanan yang diberikan dapat beragam seperti bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan dan berbagai macam jenis lainnya.
Contoh website yang menjalankan bisnis B2A seperti www.bpjs-online.com, 

6. Consumer-to-Administration (C2A)

Jenis bisnis C2A sama dengan B2A yaitu sama-sama meningkatkan efisiensi dan kemudahan pengguna layanan untuk masyarakat oleh pemerintah. Layanan ini diberikan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi terkini untuk meningkatkan pelayanan di tingkat pemerintahan juga. Berbagai contoh para pengguna e-commerce ini seperti pendidikan, jamsostek, pajak, kesehatan dan berbagai macam pelayanan lainnya.

7. Online-to-Offline (O2O)

Berikutnya yang terakhir adalah O2O, jenis ini adalah e-commerce yang mearik karena pelanggan yang didapat adalah dari saluran dari toko fisik. O2O merupatakn terapan dari kegiatan ritel tradisional yang di modernisasi menggunakan proses digital atau online. Sehingga, bisnis O2O memiliki banyak potensi dan kelebihan yang cukup menggiurkan. Berbagai macam ritel besar di Amerika sudah mengaplikasikan bisnis berjenis O2O seperti Walmart. Di Indonesia bisnis ini pelan-pelan sudah mulai diadopsi pemain lokal seperti www.alfacart.com atau www.klikindomaret.com.

Banyak jenis dari e-commerce  yang sedang booming saat ini, namun kamu sebagai Technopreneur yang ingin menjalankan bisnis ini harus benar-benar mengerti perbedaannya. Hal tersebut karena berbeda jenis e-commerce yang akan di jalankan berbeda pula dengan operasi dan kebutuhan serta target yang dibutuhkan. Maka dari itu, pelajari betul-betul jenis e-commerce ini. Salam sukses~


Sumber : 
https://id.techinasia.com/5-model-bisnis-ecommerce-di-indonesia
http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-e-commerce/
http://www.ehpedia.com/2015/09/apa-itu-ecommerce.html

Mau jadi Technopreneur? Pahami dulu Bisnis E-commerce Saat Ini!

Saat ini, perkembangan teknologi semakin maju dan memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Pada 5 tahun terakhir, hampir semua aplikasi dan situs menjalankan transaksinya secara online contoh transportasi online, e-banking, hingga e-commerce.


Salah satu bisnis yang cukup booming saat ini adalah e-commerce. E-commmerce  adalah Electronic Commerce  atau dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian perdagangan elektronik. E-commerce  sendiri dapat didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer yaitu internet.

Berdasarkan FYI, total transaksi perbankan pada Bukalapak.com, 36% diantaranya adalah transaksi online banking. Pada tahun 2016  Kemenkominfo meperkirakan transaksi e-commerce Indonesia mencapai 25 miliar dolar! Angka yang cukup fantastis pada bisnis E-commerce, hal tersebut membuktikan bisnis ini cukup menjanjikan dan melihat potensi masyarakat Indonesia selama 5 tahun terakhir, Cashless transaction mengalami pertumbuhan sebesar 23%.

Jenis-Jenis E-Commerce
Sekiranya ada tujuah jenis dasar e-commerce  dengan karakteristik yang berbeda-beda :
  • Business-to-Business (B2B)
  • Business-to-Consumer (B2C)
  • Consumer-to-Consumer (C2C)
  • Consumer-to-Business (C2B)
  • Business-to-Administration (B2A)
  • Consumer-to-Administration (C2A)
  • Online-to-Offline (O2O)
Untuk penjelasan lengkapnya, mimin bakal jabarin di post berikutnya nya ya 👦

Potensi Technopreneur dalam Bisnis E-Commerce
Sebagai seorang Technopreneur, kita harus bisa mengelola uang yang ada (Modal) menjadi bisnis yang berkembang. Berbagai pengeluaran yang dibutuhkan harus ditekan dan dimaksimalkan untuk meraup untung yang besar dengan resiko yang kecil.

Bisnis e-commerce ini mempunyai sejuta manfaat dan kelebihan yang lebih banyak daripada toko-toko Brick and Mortar atau toko offline. Apa saja sih kelebihan-kelebihannya?

1. Tidak ada batasan Geografis
Suatu kelemahan dari toko fisik adalah ruang lingkup kawasan kecil yang dapat dilayani. Hal itu tidak berlaku pada e-commerce . Pada bisnis ini, tidak dibatasi sejauh mana wilayah yang dapat di jangkau, karena pengiriman barang dilakukan kemana saja dan kapan saja. Contoh saja e-commerce  skala internasional seperti ebay dan amazon, mereka dapat mengirimkan apa saja keseluruh penjuru dunia. Menggiurkan bukan ?

2. Biaya Rendah
Biaya menjadi sesuatu yang sensitif bukan ? Maka dari itu biaya dapat ditekan serendah mungkin. Banyak jalan untuk menekan biaya pada bisnis e-commerce, selain promosi dapat dilakukan secara online di berbagai website-website, produk dapat di promosikan pada media sosial. Sebagai pengetahuan, Media sosial adalah promosi yang paling termurah karena tidak membutuhkan biaya besar seperti iklan-iklan di televisi.

3. Memangkas Waktu dan Biaya Perjalanan
Jika kita memiliki toko fisik, maka pelanggan kita yang memiliki tempat tinggal yang cukup jauh harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk datang ke toko kita. Namun berbeda dengan e-commerce, pada bisnis ini pelanggan hanya cukup duduk manis di depan laptop atau dengan gadget mereka dan dapat melakukan transaksi tanpa harus capek-capek ke toko fisik yang cukup jauh. Dannnnnn.... Jeng Jeng barang dalam 1 sampai 3 hari sampai di rumah pelanggan.


Source : 
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/kenapa-sih-generasi-milenial-percaya-banget-dengan-transaksi-online
http://www.ehpedia.com/2015/09/apa-itu-ecommerce.html
http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-e-commerce/
http://www.astamediagroup.com/blog/10-keuntungan-e-commerce.html

Powered by Blogger.