Sunday, January 29, 2017

Mau jadi Technopreneur? Pahami dulu Bisnis E-commerce Saat Ini!

Saat ini, perkembangan teknologi semakin maju dan memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Pada 5 tahun terakhir, hampir semua aplikasi dan situs menjalankan transaksinya secara online contoh transportasi online, e-banking, hingga e-commerce.


Salah satu bisnis yang cukup booming saat ini adalah e-commerce. E-commmerce  adalah Electronic Commerce  atau dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian perdagangan elektronik. E-commerce  sendiri dapat didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer yaitu internet.

Berdasarkan FYI, total transaksi perbankan pada Bukalapak.com, 36% diantaranya adalah transaksi online banking. Pada tahun 2016  Kemenkominfo meperkirakan transaksi e-commerce Indonesia mencapai 25 miliar dolar! Angka yang cukup fantastis pada bisnis E-commerce, hal tersebut membuktikan bisnis ini cukup menjanjikan dan melihat potensi masyarakat Indonesia selama 5 tahun terakhir, Cashless transaction mengalami pertumbuhan sebesar 23%.

Jenis-Jenis E-Commerce
Sekiranya ada tujuah jenis dasar e-commerce  dengan karakteristik yang berbeda-beda :
  • Business-to-Business (B2B)
  • Business-to-Consumer (B2C)
  • Consumer-to-Consumer (C2C)
  • Consumer-to-Business (C2B)
  • Business-to-Administration (B2A)
  • Consumer-to-Administration (C2A)
  • Online-to-Offline (O2O)
Untuk penjelasan lengkapnya, mimin bakal jabarin di post berikutnya nya ya 👦

Potensi Technopreneur dalam Bisnis E-Commerce
Sebagai seorang Technopreneur, kita harus bisa mengelola uang yang ada (Modal) menjadi bisnis yang berkembang. Berbagai pengeluaran yang dibutuhkan harus ditekan dan dimaksimalkan untuk meraup untung yang besar dengan resiko yang kecil.

Bisnis e-commerce ini mempunyai sejuta manfaat dan kelebihan yang lebih banyak daripada toko-toko Brick and Mortar atau toko offline. Apa saja sih kelebihan-kelebihannya?

1. Tidak ada batasan Geografis
Suatu kelemahan dari toko fisik adalah ruang lingkup kawasan kecil yang dapat dilayani. Hal itu tidak berlaku pada e-commerce . Pada bisnis ini, tidak dibatasi sejauh mana wilayah yang dapat di jangkau, karena pengiriman barang dilakukan kemana saja dan kapan saja. Contoh saja e-commerce  skala internasional seperti ebay dan amazon, mereka dapat mengirimkan apa saja keseluruh penjuru dunia. Menggiurkan bukan ?

2. Biaya Rendah
Biaya menjadi sesuatu yang sensitif bukan ? Maka dari itu biaya dapat ditekan serendah mungkin. Banyak jalan untuk menekan biaya pada bisnis e-commerce, selain promosi dapat dilakukan secara online di berbagai website-website, produk dapat di promosikan pada media sosial. Sebagai pengetahuan, Media sosial adalah promosi yang paling termurah karena tidak membutuhkan biaya besar seperti iklan-iklan di televisi.

3. Memangkas Waktu dan Biaya Perjalanan
Jika kita memiliki toko fisik, maka pelanggan kita yang memiliki tempat tinggal yang cukup jauh harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk datang ke toko kita. Namun berbeda dengan e-commerce, pada bisnis ini pelanggan hanya cukup duduk manis di depan laptop atau dengan gadget mereka dan dapat melakukan transaksi tanpa harus capek-capek ke toko fisik yang cukup jauh. Dannnnnn.... Jeng Jeng barang dalam 1 sampai 3 hari sampai di rumah pelanggan.


Source : 
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/kenapa-sih-generasi-milenial-percaya-banget-dengan-transaksi-online
http://www.ehpedia.com/2015/09/apa-itu-ecommerce.html
http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-e-commerce/
http://www.astamediagroup.com/blog/10-keuntungan-e-commerce.html

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.